LEPAS PISAH GURU MA; BERPISAH DALAM LANGKAH, BERSATU DALAM TELADAN

BONDOWOSO — Suasana haru menyelimuti MA Kunuuzul Imam Kauman pada Sabtu (3/1/26). Acara bertajuk “Berpisah dalam Langkah, Bersatu dalam Teladan” menjadi momen penuh makna bagi seluruh warga Madrasah, terutama untuk melepas jasa dan pengabdian salah satu pendidik terbaik MA, Ust. Samsul Arifin, S.Pd.I.
Melepas Langkah, Menyimpan Teladan
Acara berlangsung di ruang guru, diikuti oleh seluruh pendidik dan tenaga kependidikan MA. Acara dibuka dengan sambutan kepala, lepas pisah, pemberian kenang-kenangan dan diakhiri dengan doa. Dalam sambutannya, Kepala Madrasah Ust. H. Dumyadi S.Pd.I., menyampaikan terima kasih yang tak terhingga, atas dedikasi, perjuangan dan pengorbanan yang telah ditorehkan untuk Madrasah, semoga bermanfaat dan bernilai berkah. “Ust. Samsul Arifin ini adalah guru senior, termasuk guru yang ikut merintis di awal-awal pendirian MA. Kami berharap, kita semua bisa meneruskan dan melanjutkan ilmu dan teladan yang telah ditanamkan oleh beliau,” ungkap beliau penuh haru.
Ust. Samsul Arifin, S.Pd.I, dalam sambutannya juga menyampaikan terima kasih kepada semua guru, khususnya kepada Kepala MA yang telah membimbing dan mengarahkan dirinya selama mengajar di Madrasah. “Banyak ilmu yang saya dapatkan di disini. Selama berada di sini, juga mohon dimaafkan segala kesalahan yang pernah saya perbuat, terutama kepada dewan guru semua. Saya berdoa, semoga MA Kunuuzul Imam Kauman ke depannya tambah maju dan sukses,” ungkap beliau sambil menetaskan air mata.
Jejak Pengabdian Yang Tak Terlupakan
Ust. Samsul Arifin, S.Pd.I dikenal sebagai sosok guru yang ramah, bijak, dan berdidekasi tinggi. Di Madrasah ia mengampu mapel Akidah Akhlaq — materi yang sangat penting untuk menanamkan akidah dan pembentukan karakter siswa.
Beliau adalah santri asli Pondok Pesantren Kunuuzul Imam Kauman. Beliau mengabdikan dirinya di MA dari tahun 2017 sampai 2025. Delapan tahun lamanya, beliau sangat berjasa dan ikut andil dalam mengembangkan kualitas Pendidikan terutama di lembaga Madrasah Aliyah.
Tahun 2025 beliau mengikuti program Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan (PPG Daljab) Pendidikan Agama Islam jalur SMP — Program lanjutan bagi lulusan sarjana agar menjadi guru professional bersertifikat. Pada Desember 2025 lalu, beliau dinyatakan lulus dan dikukuhkan sebagai guru professional di UIN KH. Achmad Siddiq Jember.
Selain itu, beliau juga aktif mengajar di lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Kunuuzul Imam Kauman, yaitu Madin Tashwirul Afkar dan SMP Kunuuzul Imam Kauman. Jiwa pendidik dan semangat menyebarkan ilmu telah melekat kuat dalam diri beliau. Oleh karena itu, kompetensinya tidak perlu diragukan lagi.
Penghargaan dan Harapan
Puncak kegiatan diisi dengan acara pemberian kenang-kenangan. Nuansa haru dan sedih menyelimuti saat momen simbolis itu berlangsung — menunjukkan betapa besar penghormatan dan rasa cinta dewan guru kepada beliau selama ini.
Saat diwawancarai beliau juga menyampaikan; “Saya tidak pergi, hanya pindah tugas mengabdi saja. Alasan saya resign dari MA, karena terikat guru sertifikasi dan ingin fokus di satu lembaga yaitu SMP Kunuuzul Imam Kauman.”
Dalam kesempatan itu beliau juga berpesan kepada seluruh dewan guru MA untuk terus solid, jaga kekompakan, saling mengingatkan dan memaafkan. Pesan berharga juga disampaikan kepada seluruh siswa yaitu; “Jadilah siswa/i yang rajin, taat kepada guru dan peraturan. Tanamkan sifat jujur dan sabar dalam mencari ilmu,” ungkapnya.
Acara diakhir dengan doa yang pimpin oleh beliau sendiri. Dengan berakhirnya acara tersebut, seluruh sivitas akademika dan siswa memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada beliau. Semoga kedepannya MA Kunuuzul Imam Kauman jaya dan berjalan meneruskan perjuangan para Masyaikh. Selama bertugas kepada Ust. Samsul Arifin, S.Pd.I., semoga keberhakan dan kesuksesan selalu menyertai.