SEKOLAH EKOLOGIS: ISU STRATEGIS DALAM DEBAT KANDIDAT OSIM

Rabu, 17 Desember 2025, OSIM MA Kunuuzul Imam Kauman menggelar Debat Terbuka Pemilihan Ketua OSIM Putra dan Putri periode 2025–2026. Acara berlangsung meriah dan menarik.

Isu sekolah ekologis menjadi topik hangat dalam debat tersebut. Debat ini diikuti oleh tiga pasangan calon putra dan tiga pasangan calon putri. Kegiatan ini berhasil mengangkat diskusi lingkungan hidup dari tataran teori menuju gagasan aksi nyata. Debat berlangsung dinamis, terutama saat setiap kandidat menyampaikan gagasannya untuk menjadikan MA Kunuuzul Imam Kauman sebagai sekolah yang ramah lingkungan dan berbudaya ekologis.

Salah satu kandidat pasangan calon menyampaikan bahwa sekolah bukan hanya tempat untuk mengejar prestasi akademik, tetapi juga lembaga strategis dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan. Sekolah dinilai memiliki peran penting dalam menghidupkan literasi ekologis siswa, sehingga mereka mampu mengenali isu-isu lingkungan secara mendalam dan komprehensif.

Pernyataan lain juga disampaikan oleh kandidat dari pasangan calon berbeda. Ia menegaskan bahwa konsep sekolah ekologis sangat penting untuk diterapkan, namun tantangan yang dihadapi saat ini adalah masih rendahnya kepedulian siswa terhadap lingkungan, bahkan dalam hal sederhana seperti menjaga kebersihan. Untuk mengatasi hal tersebut, ia menawarkan visi praktis berupa pengembangan “Green School Community” di MA Kunuuzul Imam Kauman.

Gerakan ini bertujuan mengintegrasikan nilai-nilai ekologis ke dalam seluruh aspek kegiatan sekolah, mulai dari penyediaan tempat sampah, pengelolaan sampah, penghijauan area sekolah, hingga integrasi materi lingkungan dalam pembelajaran sehari-hari. Langkah-langkah ini dinilai mampu membentuk karakter siswa ekologis melalui aksi nyata, bukan sekadar teori.

Tak kalah penting, beberapa kandidat lainnya juga berkomitmen mengupayakan terwujudnya sekolah hijau melalui program-program menarik seperti pengadaan bank sampah plastik, komposting, pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, and Recycle), serta kolaborasi dengan lembaga terkait untuk mengampanyekan pendidikan ekologis.

Debat di MA Kunuuzul Imam Kauman menunjukkan bahwa generasi muda kini tidak lagi menganggap persoalan lingkungan sebagai isu yang jauh dari kehidupan mereka. Para kandidat memahami adanya hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan hidup. Perubahan kecil yang dimulai dari lingkungan sekolah diyakini dapat memberi dampak besar bagi pembentukan karakter generasi bangsa dan masa depan yang lebih hijau. Upaya-upaya ini setidaknya diharapkan mampu meminimalisir praktik eksploitasi dan deforestasi yang marak terjadi saat ini. Tepuk sorak peserta menggelegar saat mendengarkan visi dan gagasan cemerlang dari seluruh kandidat. Acara kemudian diakhiri dengan doa.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top